23 Desember 2014

Kamishibai: Si Tomat Bisa Berkawan

Baru-baru ini saya kembali diberi tugas oleh Ibu Murti Bunanta untuk membuat kamishibai dari salah satu buku cerita kecil karangan beliau yang berjudul "Si Tomat Bisa Berkawan". Cerita untuk anak-anak. Sangat simpel. Hanya terdiri dari delapan panel cerita (termasuk sampul cerita). Berkisah tentang persahabatan dua ekor kera, si Tomat dan si Kacang. Kamishibai atau paper-theater adalah bentuk dari mendongeng yang berasal dari Jepang. Saya pernah menceritakan secara singkat di sini, proses pembuatan Kamishibai Tarian Pengusir Ular yang ceritanya juga berasal dari buku cerita kecil karangan ibu Murti.

Proses pengerjaan kamishibai hampir sama seperti mengerjakan ilustrasi buku cerita atau ilustrasi lainnya. Mulai dari tahap sketsa berupa panel-panel, sesuai dengan alur cerita yang ada. Setelah sketsa disetujui oleh Ibu Murti, saya lanjut membuat gambar secara manual menggunakan spidol dan drawing pen di atas kertas A4. Kemudian gambar-gambar yang masih berupa outline tersebut dipindai (di-scan) dan diwarnai di komputer. Meski ada beberapa revisi gambar, prosesnya tetap menyenangkan buat saya.






Setelah semua gambar siap, file gambar dicetak digital di art paper 230-260gsm, ukuran A3. Lalu, tepi cetakan dipotong sesuai ukuran gambar. Lapisi belakang hasil cetakan gambar dengan kertas duplex menggunakan double tape, agar gambar dapat tetap tegak dan kokoh dipegang ketika kita mendongeng. Terakhir, tempel teks ceritanya di belakang/di balik kamishibai-nya.






Kamishibai pun siap digunakan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa ikutan mendongeng menggunakan kamishibai. Mudah, kan? Kalian bisa coba membuat kamishibai sendiri dengan gaya gambar dan media gambar yang kalian kuasai dan sukai. Selamat mencoba. :)

9 komentar:

  1. diaann lucu banget, as always deh, btw ini gak ada tulisannya? jadi kita orang dewasa yang ngoceh? hahahah *keringetan* :D

    BalasHapus
  2. @Yudhi: Terima kasih, Tya! Tulisan (teks cerita) tertempel di sisi belakang/di balik kamishibainya. Jadi kita tinggal baca aja, hihi. Mungkin ketika mendongeng kita bisa mainkan ekspresi wajah dan intonasi suara supaya anak2 tertarik.

    Hahaha *ikut keringetan*, aku ga bisa mendongeng. Lebih senang mendengarkan dongeng. Jadi suka salut sama teman2 yg pandai mendongeng :D

    BalasHapus
  3. Lucu banget ya kera nyaaaa, jadi pengen punya satu dirumah *loh* :D

    Kalo warnainnya pake software desain apa?

    BalasHapus
  4. Dian kenal Ibu Murti yah ?
    Aku dulu sama temen-temen pernah ikut kuliah pengkajian cerita anak di jurusan perpustakaan,
    beliau jadi pengajarnya...

    BalasHapus
  5. @Tanaraga: Iya, aku kenal bu Murti pas baru lulus kuliah (dikenalin sama dosen ilustrasiku), dan sejak itu mulai bikin ilustrasi utk beberapa buku cerita kecil karangan beliau. Sampai sekarang jg masih suka bikin gambar2 buat bu Murti. :D

    Oiya, mba Tirsa kan kuliah di Sastra UI, ya..

    BalasHapus
  6. Mba Dian, ini lucu bangeeet! dan menginspirasi. Semoga februari ini, cerita pendekku (yang ketunda sekian lama) selesai, dan bisa dibantu mba dian untuk ilustrasinya. tetap semangat mba! ^^

    BalasHapus
  7. @Ayu: Makasih ya.. Semangat juga buat Ayu! ^^

    BalasHapus
  8. ibu saya punya PAUD di rumah dan saya bantu-bantu ngajar terutama untuk mendongeng. pas blogwalking, lihat postingan ini. Jadi pengen nyoba bikin juga. Btw Mbak Dian, saya makasih juga sama ilmu menggambar badak dari angka 6. itu rencananya mau saya ajarkan ke anak2 PAUD saya karena gambarnya mudah. Usul, kalo boleh mbak dian berbagi ilmu yg seperti postingan pada labe "yuk menggambar" lagi dong :)

    BalasHapus